Postingan

Berjalan-jalan di Lingsar

Berjalan-jalan di Lingsar Penulis : Yunus T yanseda Subuh yang bisu,saya di bangunkan oleh adzan yang berkumandang, HHmm,walau masih ngantuk,tapi saya ingat ada tugas yang harus saya buat untuk memenuhi UAS Mata kuliah Penulisan Kreatif Sastra. Pukul 06:00 langit masih seperti merindukan malam,kabut masih menertawakan kenyataan. Saya bergegas mandi ,dan sekitar pukul 07:00 Dengan motor tua saya,saya tancap gas dengan percaya diri saya,seolah-olah saya sedang di nanti kekasih untuk menjemputnya.  Disepanjang jalan,saya melihat banyak pedagang-pedagang kopi,cilok dan buah-buahan mereka menikmati sekali apa yang mereka kerjakan,seperti para bule-bule yang berjemur panas di pantai kute mandalika. Dengan memakan waktu sekitar satu jam,akhirnya saya sampai juga di tempat yang saya tuju,desa Ranget nama tempatnya. Tempatnya indah seperti suasana muncak di bukit savana,orangnya juga ramah-ramah seperti pelayan di tempat masage,setiap orang yang berkunjung kesana pasti pulang dengan kesan y...

Kemaliq Ranget

 Kemaliq Ranget Menelusuri dari googlemap, ada sebuah lokasi yang sedikit membingungkan, yakni pura Ranget. Setahu saya, di tempat tersebut tidak ada masyarakat yang beragama selain Islam. Lalu mengapa ada bangunan pura di tempat itu. Akhirnya saya mencoba menelusuri lebih jauh dengan datang langsung ke lokasi, dan mewancarai Kepala Dusun Ranget, Bapak Septori Wirawan.    Benar saja. Pak Kadus dengan tegas mengatakan bahwa warganya tidak ada yang beragama selain Islam. Persoalan pura Ranget menurutnya, merupakan konflik berkepanjangan antara masyarakat setempat sebagai pemilik dengan masyarakat pendatang yang mengaku memiliki sebidang tanah di seputaran kemaliq.  “Masyarakat setempat dan para ahli waris tidak pernah menjual tanahnya, tapi anehnya mereka sudah memiliki sertifikat tanah. Anehnya lagi, tanah tersebut juga dimiliki oleh sebuah perusahaan air minum daerah.” Ungkap pak kadus dengan wajah muram.   Kasus ini menjadi kian rumit dikarenakan banyaknya...

Observasi Kemaliq Ranget Desa Suranadi Lombok barat

 LOMBOK BARAT, Kemaliq adalah prasasti atau peniggalan para leluhur orang sasak,dan itu  menjadi bukti bahwa leluhur orang sasak itu beragama islam. Salah satu contoh kemaliq besar di Lombok yang bearada di bayan,masjid adat bayan itu bisa  dikatakan kemaliq,Jadi itu adalah bukti bahwa leluhur orang sasak beragama islam. Makanya kalo kita datang ke kemaliq itu tidak boleh main-main,karena tempat itu adalah pusat  kosmos bumi,kemaliq itu sama dengan kabah ,untuk itu kalo orang berkunjung ke kemaliq tidak  boleh main-main. Ujar Bapak Septori Wirawan (21/4/2021) Kemaliq itu prasasti orang sasak,dan karena kemaliq ini adalah budaya jelas orang dari suku  lain tidak akan tahu,kemaliq itu hanya ada di sasak. Ujar balak Septori Wirawan, jumat  (21/4/2021) Banyak dari kita yang sekarang menganggap kemaliq itu sesuatu yang sirik,sehingga  menganggap leluhur kita orang-orang sirik,Padahal warisan tradisi leluhur itu adalah bentuk  apresiasi dari leluhu...